Selasa, 22 April 2014

pukul 14:00

waktu
jam 14:00. gatau kenapa setiap jam segini rasanya ada yang sakit di dada, nyesek. tapi aku gatau apa yg bikin aku ngerasa gitu, apa mungkin karna kesepian ?
rasanya pengen nangis, tapi karna apa ? pengen ngadu, tapi apa yang mesti aku adukan dan pada siapa ? orang tua ? mungkin mereka akang kebingungan jika aku mengatakan hal ini bahkan mungkin akan menganggapnya lucu dan kemudian menertawakan. pacar ? bukan hanya aku yang harus dia urus, dia juga butuh kesenangan sendiri, bukan hanya mendengar cerita- ceritaku yang aneh dan menyedihkan, dia juga selma ini selalu menjadi tempat dimana aku membuang masalah dan melampiaskan kekesalanku padanya. aku rasa aku sudah keterlaluan.
andai aku tau apa yang sedang terjadi padaku, alasan mengapa aku seperti ini, penyebab rasa sakit yang mendalam tiap pukul 14:00

Jumat, 18 April 2014

:)

selamat pagi, happy weekend bumi
pagi ini aku gaakan nulis hal-hal yang alay kaya kemaren, karna ternyata saat aku baca lagi postingan kemaren itu sangat berlebihan dan agak menggelikan. mungkin jika orang yang aku maksud membacanya juga akan merasa sama.
sekarang tanggal ummm bentar liat kalender dulu... oh ya tanggal 19 april, aku harap enjadi hari yang lebih baik dari kemarin. tidak ada pertengkaran dengannya karna hal-hal yang sepele.
aku bosan bertengkar karna keadaan aku ingin bertengkar karna kita.
aku egois ? ya aku rasa sekarang aku semakin egois, sangatttt
aku yang cuek mana ? kemana ? balikin sifat aku yang dulu ! yang ga cengeng dan ga alay

mine

sekarang aku tidak bisa tidur bahkan ketika aku ingin, walaupun ketika aku ngantuk. sekarang yang memenuhi fikiranku hanya dirinya. entah karna aku menyukainya atau membutuhkannya. aku tidak mengerti sama sekali dengan apa yang sedang terjadi padaku sebenarnya. aku takut kehilangannya tapi akau malah memintanya untuk pergi. mungkin aku takut kehilangannya karna aku kesepian. tapi dengan aku bersamanya justru membuatku merasa semakin kesepian. aku sudah tidak mampu menggunakan akal sehatku utuk memikirkan apa yang  sedang terjadi padaku sebenarnya
aku, apakah aku benar-benar mencintai seseorang sekarang ? mungkin aku telah dibuatnya seperti ini, menjadi gila olehnya hanya karna kami bersama dalam beberapa bulan. selama ini aku tidak pernah benar-benar  jatuh cinta pada seseorang. tapi sekarang dia membuatku hampir gila. mungkin aku memang jatuh cinta padanya.

*mungkin setelah mengatakan sebuah pengakuan kamu akan merasa lega, tapi bagaimana dengan perasaan orang yang menerima pengakuan kamu ? mungkin dia akan terluka
  : * di atas tidak ada hubungannya sama sekali dengan curhatku sebelumnya

aku bukan aku

aku sudah lama merasa muak dengan kamar sempit dan sepi. ya inilah kamar kost ku
ukurannya lebih kecil dari kamarku di rumah, dan aku harus memasukan semua barang-barangku di dalamnya. termasuk barang-barang yang kalau di rumah aku menyimpannya di dapur dan kamar mandi.
tapi semua ini tidak akan menjadi beban atau tidak akan membuatku mengeluh jika aku merasakan kebahagiann di sini. sayangnya tidak seperti yang aku harapkan di awal keinginanku untuk berada di kota ini, tidak seperti impianku yang terlihat menyenangkan tentang tempat ini.
sekarang, tidak ada yang membuatku bertahan disini kecuali kewajiban. tidak ada teman, sahabat, kesenangan, hobi, keluarga, fasilitas rumah, udara segar, kelas yang menyenangkan seperti di SMA. semuanya tidak ada. sekarang aku seperti sedang berada di dalam ruangan kosong yang gelap, dingin, tak ada orang lain dan tidak tau nasib bagaimana aku harus keluar dari ruangan itu.
di sini aku seperti bukan aku. sejak masih kecil aku terkenal dengan anak yang mudah bergaul dengan orang lain, mudah berkenalan ,mudah akrab dan itu membuatku memiliki banyak teman. sebaya, yang lebih tua, yang lebih muda bahkan aku bisa membuat orang yang menganggapku sebagai musuh menjadi menyukaiku dan menceritakan hidupnya padaku. aku merasa sangat hebat karna memiliki banyak teman.
sahabatku bilang "kemanapun kamu pergi, kamu tidak akan sengsara"
tapi tidak dengan sekarang di kota ini. aku, aku sekarang kehilangan keberanian untuk mengenal orang lain, bahkan untuk menanyakan arah jalanpun tanganku sambil gemetar.
aku sangat menyukai diriku yang dulu, yang aneh, yang cuek, yang sangat suka menghayal tinggi. tapi sekarang, jangankan menghayal tinggi, satu detik pun aku tidak bisa melakukannya.
aku berharap, setelah satu tahun berlalu, kehidupanku akan berubah. pandanganku pada kota yang menyeramkan ini, pada kehidupanku yang terasa pahit, pada kesepianku tyang membuatku merasa menyedihkan, pada sikapku yang belum bisa menerima orang-orang yang tak satu jaklan fikiran denganku.
mungkinkah aku di jalan yang salah ? di kota yang salah ? di jurusan yang salah ?
untuk jurusan. aku memang berniat untuk pidah tahun ini, tapi kota ? entahlah