Kamu adalah masa lalu yang hanya melintas di mimpiku, kamu
juga yang merubah aku tuk mengerti bahwa perbedaan itu mengubah apa saja dan
menjadikan batas pada hidup kita. 
Aku akan mencoba tuk menghapus semua sisa-sisa rasa ini,
seperti aku menjadikan kertas sebagai abu, meniup abu itu untuk menjauh pergi
dan kembali adalah hal yang mustahil.
Aku hanya tersenyum tipis jika melihat hal yang pernah kita
lihat bersama. Saat itu, seperti tak pernah ada. Seperti sebuah mimipi indah
selama lima bulan dua belas hari, kemudian aku terbangun dari mimpi dan semua
itu hilang tak membekas.
Kini hatiku sudah benar-bemar tertutup untukmu. Tiada lagi kata
untuk mencintaimu, terkadang memory indah saat
itu muncul di benakku, namun kemudian aku hapus. Wajahmu pun sudah tak
terbayang lagi , hatiku sudah tak bergetar saat namamu terdengar di telingaku.
Aku tak bisa menghindari saat aku harus bertemu dan melihatmu karena kita ada
di satu tempat yang sama, tapi aku tak khawatir karena perasaan ku kini sudah
biasa saja seperti awal aku tak mengenalmu. 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar