BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewsa ini
kehadiran agama semakin dituntut agar ikut terlibat secara aktif didalam
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat manusia. Agama tidak boleh
hanya sekedar menjadi lambang kesolehan atau berhenti sekedar disampaikan dalam
khutbah, melainkan secara konsepsional menunjukan cara-cara yang paling efektif
dalam memecahkan masalah.
Tuntutan
terhadap agama yang demikian itu dapat dijawab manakala kita dapat memahami
agama secara teori pengamalannya. Oleh karena itu buku pengantar studi islam ini sangat cocok
untuk memberikan pemahaman kepada kita tentang agama islam itu sendiri.
Buku pengantar studi islam karya prof. Dr.
Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan Saehudin, S.TH.I. Merupakan buku
yang terbilang cukup baru. Buku ini diterbitkan pada tahun 2011 bulan november
oleh penerbit Pustaka Setia. Buku ukuran 16x24 cm ini termasuk buku yang banyak
dicari oleh kalangan mahasiswa. Hal ini terbukti buku pengantar studi islam ini telah mengalami dua kali cetak ulang.
Buku pengantar studi islam karya prof. Dr.
Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan Saehudin, S.TH.I terdiri dari 11
bab. Secara umum isi buku ini dapat dikategorikan ke dalam bagian besar buku
ini memuat topik-topik kajian islam. Dan pembahasannya menggunakan bahasa yang tidak
terlalu sulit sehingga mudah dipahami.
Sejalan
dengan kenyataan diatas, buku pengantar studi islam karya prof. Dr.
Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan Saehudin, S.TH.I merupakan salah
stu buku penting untuk dikaji. Oleh
sebab itu, penulis tertarik melakukan pengkajian terhadap isi buku tersebut
yang hasilnya penulis susun dalam bentuk laporan buku.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis
mengajukan bebarapa rumusan masah sebagai berikut.
1. Apa saja isi
buku pengantar studi islam arya prof.
Dr. Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan Saehudin, S.TH.I..?
2. Apa saja
keunggulan buku tersebut dibanding buku sejenisnya yang lain.?
3. Apa saja
kelemahan buku tersebut dibanding buku sejenisnya yang lain.?
C. Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai melalui
penulis laporan buku ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1. Isi buku pengantar
studi islam karya prof. Dr. Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan
Saehudin, S.TH.I.
2. Keunggulan
buku tersebut dibanding buku sejenisnya yang lain.
3. Kelemahan
buku tersebut dibanding buku sejenisnya yang lain.
D. Kegunaan
Laporan buku ini diharapkan mampu memiliki kegunaan baik secara teoritis
maupun secara praktis. Secara teoritis diharapkan laporan buku ini menambah
khazanah teoritis tentang memahami agama islam. Secara praktis diharapkan
laporan buku ini menambah pengetahun, Wawasan, dan keilmuan bagi penulis maupun
bagi pembaca.
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU DAN PEMBAHASAN
A.
Ringkasan
Isi Buku
Buku ini
berjudul “Pengantar Studi Islam” karya Prof.DR.Rosihon Anwar,M.Ag.,
H.Badruzzaman M. Yunus, M.A. dan Saehudin, S.Th.I., terdiri atas 11 bab. Pada
setiap babnya dikemukakan secara ringkas teori-teori tentang menulis.
Keseluruhan bab dalam buku ini merupakan petunjuk praktis dalam memahami studi
islam yang disajikan secara ringkas namun demikian tetap menyajikan contoh yang
mampu mendongkrak pemahaman membaca. Secara lebih terperinci isi buku tersebut
dapat penulis uraikan sebagai berikut.
Di kalangan
masyarakat Barat, Islam sering diidentikandengan istilah Muhammadanisme dan Muhammedan.
Penyebutan istilah tersebut untuk agama Islam, bukan saja tidak tepat tetapi
secara prinsip, hal itu merupakan kesalahan besar. Istilah tersebut bisa
mengandung arti bahwa islam adalah paham Muhammad atau pemujaan terhadap
Muhammad. Oleh karena itu, jelaslah bahwa Islam bukanlah nama yang lahir
bersdasarkan tokoh pendirinya atau pembawanya.
Islam juga agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Alloh SWT.
Buakn berasal dari manusia dan bukan pula berasal dari Nabi Muhammad Saw.
Tujuan dan
motivasi studi islam di kalangan umat islam pun tentunya sangat berbeda dengan orang-orang di luar kalangan umat islam. Di
kalangan umat islam, studi keislaman bertujuan mendalami dan memahami serta
membahas ajaran-ajaran islam. Adapun di luar kalangan islam, studi keislaman
bertujuan mempelajari seluk beluk agama dan praktik keagamaan yang berlaku di
kalangan umat Islam sebagai ilmu pengetahuan.
Pada jaman
awal kelahiran Islam, nabi dan para sahabatnya menjadikan mesjid sebagai tempat
untuk mempelajari Islam, kemudian mesjid ini berkembang menjadi pusat studi
Islam. Pada jaman kejayaan Islam, studi islam dilakukan di perpustakaan Ibu
Kota Negara yaitu di Bagdad.
Studi islam
merupakan salah satu studi yang mendapat perhatian luas di kalangan ilmuwan,
baik Barat maupun timur. Jika ditelusuri secara mendalam, dapat diketahui bahwa
minat studi islam mulai marak sejak pertengahan ke dua abad ke 19. Metodologi
dapat diartikan sebagai suatu pembahasan konsep teoritis berbagai metode yang
terkait dalam suatu sistem pengetahuan.
Sejak awal
permulaan sejarah umat islam, agama sudah terdapat pada semua lapisan
masyarakat dan seluruh tingkat kebudayaan. Agama tidak boleh dijadikan sekedar
lambang kesalehan atau behenti sekedar disampaikan dalam khutbah, melainkan
secara konsepsional, menunjukan cara-cara yang paling efektif dalam memecahkan
masalah. Kenyataan ini merangsang timbulnya minat para ahli untuk mengamati dan
mempelajari agama, baik sebagai ajaran maupun sebagai bagian dari masyarakat.
Membicarakan
agama baik dari agama itu sendiri, ajarannya maupun dari segi permasalahan
sosialnya, penghayatannya bersfat individual. Hal tersebut, menyebabkan
perbedaan tekanan penghayatan dari satu orang ke orang lain dan membuat agama menjadi
bagian yang amat mendalam dari kepribadian atau seseorang. Oleh karena itu,
agama senantiasa bersangkutan dengan kepekaan emosional.
Karateristik
ajaran islam yang secara dominan ditandai oleh pendekatan normatif, historis,
dan filosofis, terlihat bahwa ajaran islam memiliki ciri-ciri yang secara
keseluruhan sangat ideal. Islam agama yang mengajarkan kedamaian, toleransi,
terbuka, kebersamaan, egaliter, kerjakeras, demokratis, adil, keseimbangan
antara urusan dunia dan akhirat berharta, memiliki kepekaan terhadap
masalah-masalah sosial, mengutamakan pencegahan daripada penyembuhan dalam
bidang kesehatan.
Wilfred
Cantwel Smith mengatakan, “Pengamatan pertama ialah bahwa dari semua tradisi
keagamaan di dunia, tradisi islam tampak sebagai satu-satunya nama yang built
in (terpasang tetap). Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. secara
khusus disebut sebagai ajaran Islam. Nabi Muhammad Saw. telah membakukan ajaran
agama islam terebut secara sempurna, sehingga akan terjamin otentisitas dan sekaligus
perkembangannya sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman dan tempat.
Ajaran
islam bersumber dari Al-Qur’an yang merupakan kitab umat islam, dari Assunah
yaitu hadits Rosululloh Saw. dan ijtihad adalah pengarah segala kesanggupan dan
kekuatan untuk memeperoleh apa yang dituju sampai pada batas puncaknya.
Kata
“model” yang dimaksud disini adalah contoh, acuan, ragam, atau macam. Adapaun
penelitian berarti pemeriksaan, penyelidikan yang dilakukan dengan berbagai
cara secara seksama dengan tujuan mencari kebenaran-kebenaran objektif yang
disimpulkan melalui data-data yang terkumpul.
Jika
hendak mempelajari cara orang mendekati dan memahami islam ada tiga cara yang
jelas yaitu. Tradisional, rasional, mistis. Ketiga pendekatan itu sudah ada
dalam pikiran nabi muhammad saw.dan terus dipergunakan oleh ulama-ulama islam
setelah beliau wafat sampai sekarang ini.
Diatas ketiga pendekatan inilah
berbagai perspektif dan metodologi pemikiran keislaman dikembangkan. Tiga
mitode tersebut dalam operasionalnya dikenal dengan pendekatan bayani, irfani
dan burhani.
B. Pembahasan
Islam
merupakan agama yang diridhoi oleh allah dan merupakan agama yang paling baik
disisinya. Menurut harun nasution bahwa islam adalah agama yang ajaran
ajarannya diwahyukan tuhan kepada masyarakat masnusia malauli nabi muhammad saw
sebagai rosul.
Sedangkan
menurut maulana muhammad ali mengatakan bahwa islam adalah agama perdamaian,
dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan allah dan kesatuan atau persaudaraan
umat manusia menjadi buki nyata bahwa agama islam selaras dengan namanya. Maka
dengan pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Islam adalah agama yang
mencakup semua ajaran agama yang sebelumnya telah diturunkan kepada para nabi
dan rosul. Oleh karena itu, islam menuntut pemeluknya untuk percaya kepada
semua agama didunia yang mendahuluinya yang diturunkan tuhan. Seorang muslim
juga harus percaya kepada para nabi dan rosul yang dibangkitkan sebelum nabi
muhammad saw.
Lebih luas
dari itu pengkajian studi islamdi selenggarakan untuk menghindari/ mengurangi
keslahpahaman atau konflik yang timbul diantara umat beragama. Tapi pada
kenyataannya ada perbedaan antara penkajian studi islam dibarat dengan
pengkajian islam di dunia timur. Di barat kajian islam lebih terpokus pada
bidang filsafat dan pengetahuan, contohnya karya ibnu sina, Al-Qonun fi al-tibb, yang menjadi
rujukan penting ilmu kedokteran dieropa selama lebih dari tiga abad. Begitu
juga buku ibnu rusyd fasl al-maqal. Menjadi
rujukan kaum tercerahkan dieropa untuk menghadapi dominasi gereja.
Perbedaan
diantara keduanya (dunia timur dan barat) terletak pada pendekatan yang
digunakan ditimur pendekatan lebih berorientasi pada penguasaan substansi
materi dan khazanah keislaman klasik adapun islamic studis di barat lebih
berorientasi pada islam sebagai realitas dan penomena sosial dan islam dikaji
hanya sebatas ilmu pengetahuan.
Dari tujuan
diatas maka muhaimin mengemukakan bahwa
arah dan tujuan studi islam sebagai berikut. Untuk mendalami hakikat agama
islam serta hubungannya dengan agama yang lain dan mempelajari secara mendalam
poko-pokok isi ajasran islam kemudian untuk mempelajari secara mendalam ajaran
islam yang tetap abadi dan dinamis, dan bagaimana aktualisasinya sepanjang
sejarah. Selanjutnya untuk mempelajari secara mendalam prinsip-prinsip dengan
nilai nilai dasar ajaran agama islam.
Kelebihan
buku ini, jika dibandingkan dengan buku yang berjudul “Metodologi Islam” karya
Prof. DR.H. Abuddin Nata. M.A. lebih ringkas karena sub babnya hanya terdiri
dari 13 bab dan gaya bahasanya mudah dimengerti. Akan tetapi, buku pengantar
studi islam yang ditulis oleh Prof.DR.Rosihon Anwar,M.Ag., H.Badruzzaman M.
Yunus, M.A. dan Saehudin, S.Th.I. ini, memiliki kelemahan yakni terlalu
singkatnya pemaparan dalam setiap bab, contohnya bisa kita lihat pada bab
“pendekatan studi islam”. Pada buku karya Prof.DR.Rosihon Anwar,M.Ag.,
H.Badruzzaman M. Yunus, M.A. dan Saehudin, S.Th.I. sangat miskin contoh juga
buku ini mengutip dari dari buku karya Prof. DR.H. Abuddin Nata. M.A., sehingga
terlihat letak kelemahannya.
Walaupun
memiliki banyak kelemahan, buku ini menurut hemat kami dapat dijadikan pedoman
sebagai referensi mahasiswa untuk mengenal tentang studi islam terlepas dari
kurangnya contoh dan pemaparan materi.
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A.
Simpulan
Berdasarkan uraian singkat isi buku
dan pembahasan pada bab sebelumnya, penulis dapat menyimpulkan bebrapa hal sebagai berikut.
1. Memahami dan
mengkaji agama islam merupakan sebuah usaha untuk menambah wawasan keislaman.
2. Guna
meningkatkan keimanan kepada allah SWT.
3. Sebagai
pengetahuan ruang lingkup studi keislaman
4. Proses
memahami agama islam harus dimulai dari hal yang terkecil seperti mengetahui
agama islam itu apa dan cara pendekatan agama itu sendiri.
5.
Buku karya prof. Dr. Rosihan Anwar, H. Badruzaman
M.Yunus, M.A, dan Saehudin, S.TH.I. Memiliki beberapa keunggulan. keunggulan
utama adalah kajiannya lebih praktis dan menggunakan bahasa yang tidak terlalu
sulit untuk dipahamai.
B. Saran
1. Buku ini
memiliki banyak hal mendasar yang tidak terdapat dalam buku lain. Oleh sebab
itu, buku karya prof. Dr. Rosihan Anwar, H. Badruzaman M.Yunus, M.A, dan
Saehudin, S.TH.I. ini dapat digunakan sebagai pedoman awal yang harus dibaca
oleh para muslim dan muslimah dalam memahami agama islam secara mendalam.
2. Bagi orang
yang masih jauh terhadap pengetahuan pendalaman Islam dan ingin mempelajari
studi islam, dianjurkan untuk membaca buku lain tentang pengantar studi islam
karena buku ini terlalu ringkas.
DAFTAR PUSTAKA
Anwar,Rosihon
dan H.Badruzzaman dkk.Pengantar Studi Islam.2011.Bandung: Pustaka Setia
Nata,Abuddin.Metodologi
Studi Islam.2012.Jakarta,Rajawali Pers
JUDUL BUKU : Pengantar Studi Islam
PENGARANG : Prof.DR.Rosihon Anwar,M.Ag.
H.Badruzzaman M. Yunus, M.A.
Saehudin, S.Th.I.
PENERBIT :
Pustaka Setia
TAHUN TERBIT : November, 2011
CETAKAN : Kedua
KOTA TERBIT : Bandung
TEBAL BUKU : 258 + cover
HARGA BUKU : Rp. 40.000
GARIS BESAR ISI BUKU :
BAB 1 ISLAM DAN
STUDI AGAMA
1. Pengertian
Islam
2.
Universalisme Islam
3.
Dimensi Baru dari Kedatangan Islam
4.
Islam Sebagai Jalan Tengah
5.
Agama dan Peradaban Umat Manusia
6. Islam
Menyatukan Bangsa-Bangsa
BAB 2 URGENSI DAN TUJUAN STUDI ISLAM
1.
Pengertian Studi Islam
2.
Urgensi Studi Islam
3.
Tujuan studi Islam
BAB 3 PERTUMBUHAN STUDI ISLAM DI DUNIA
1.
Studi Islam di Negara Muslim
2.
Studi Islam di Negara Barat
3.
Kajian Islam di Asia Tenggara
BAB 4 METODOLOGI STUDI ISLAM
1.
Pengertian Metodologi
2.
Kegunaan Metodologi
3.
Metode Memahami Islam
BAB 5 BEBERAPA
PENDEKATAN STUDI ISLAM
1.
Pendekatan Teologis
2.
Pendekatan Antropologis
3.
Pendekatan Sosiologis
4.
Pendekatan Filosofis
5.
Pendekatan Historis
6.
Pendekatan Kebudayaan
7.
Pendekatan Psikologis
BAB 6 AGAMA : DEFINISI,
PERKEMBANGAN, DAN LATAR BELAKANG KEMUNCULANNYA
1.
Pengertian Agama
2.
Agama dan Perkembangannya
3.
Kebutuhan Manusia Terhadap Agama
BAB 7 RUANG LINGKUP DAN
PEMBIDANGAN STUDI ISLAM
1.
Bidang Agama
2.
Bidang Ibadah
3.
Bidang Akidah
4.
Bidang Ilmu dan Kebudayaan
5.
Bidang Pendidikan
6.
Bidang Sosial
7.
Bidang Kehidupan Ekonomi
8.
Bidang Kesehatan
9.
Bidang Politik
10.
Islam Sebagai Disiplin Ilmu
BAB 8 ISLAM SEBAGAI SUMBER
AJARAN
1.
Otentisitas Ajaran Islam
2.
Karakteristik Ajaran Islam
3.
Dimensi-Dimensi Ajaran Islam
4.
Memahami Ajaran Islam dalam Struktur
Islam-Iman-Ihsan
BAB 9 SUMBER AJARAN
ISLAM
1.
Al-Qur’an
2.
As-Sunnah
3.
Ijtihad
BAB 10 METODE
MEMPELAJARI SUMBER AJARAN ISLAM
1.
Model Penelitian Tafsir
2.
Latar Belakang Penelitian Tafsir
3.
Model Penelitian Hadist
4.
Takhrij sebagai Model Penelitian Hadist
BAB 11 MENGEMBANGKAN
METODE PEMIKIRAN ISLAM
1.
Pendekatan Bayani
2.
Pendekatan Irfani
3.
Pendekatan Burhani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar