Minggu, 15 Februari 2015

STUDI KASUS ARISAN SEKS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATRA BARAT PRESFEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN



STUDI KASUS ARISAN SEKS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATRA BARAT PRESFEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Oleh: Ahmad Setiawan
Pendahuluan
Secara umum sosiologi dibagi menjadi dua, yaitu sosiologi murni dan sosiologi terapan.[1] Beberapa sub-disiplin dalam sosiologi adalah kriminologi, sosiologi sejarah, geografi manusia, sosiologi industri, sosiologi politik, sosiologi pedesaan, sosiologi agama, sosiologi kota dan sosiologi pendidikan.[2] Sedang sosiologi terapan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan yang telah dikumpulkan oleh sosiologi murni dengan harapan dapat menggunakan ilmu pengetahuan tersebut untuk membantu memecahkan problema-problema sosial,[3] menerbitkan buku yang berjudul ”Rules of Sociologycal Metod” dan masih banyak tokoh-tokoh yang lain yang mengemukakan teori-teori sosiologi.[4]  Pada awal abad ke-20 sosiologi mempunyai peranan penting dalam pemikiran pendidikan sehingga lahirlah sosiologi pendidikan.[5] Sebelum berakhir perang dunia ke-2 sosiologi pendidikan menghilang karena tidak dianggap urgen lagi untuk dipelajari di lembaga pendidikan tenaga kependidikan Amerika Serikat.[6]
Teori Sosiologi Pendidikan
Sosiologi pendidikan terdiri atas dua kata yaitu sosiologi dan pendidikan. Kedua istilah ini dari segi etimologi tentu berbeda maksudnya namun dalam sejarah hidup dan kehidupan serta budaya manusia sehingga kedua istilah ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.[7] Secara etimologi, kata sosiologi berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari kata “socius” yang berarti teman dan “logos” yang berarti berkata atau berbicara. Jadi sosiologi artinya berbicara tentang manusia yang berteman atau bermasyarakat.[8] Secara terminologi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.[9] Para ahli telah mengemukakan pengertian antara lain:
1.      Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan indvidu yang lebih baik.[10]
2.      F.G Robbins dan Brown mengemukakan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalamannya.[11]
3.      Charles A. Ellwood, sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan-hubungan antara semua pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial.[12]
4.      W. Dodson mengatakan sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempersoalkan pertemuan dan percampuran daripada lingkungan
sekitar kebudayaan secara totalitas maka terbentuklah tingkah laku dan sekolah dianggap sebagian daripada total cultural milieu.[13] Soerjono Soekanto mengatakan di dalam proses sosialisasi khususnya yang tertuju pada anak dan remaja, terdapat berbagai pihak yang mengaku berperan. Pihak-pihak tersebut dapat disebut sebagai lingkungan-lingkungan sosial tertentu dan pribadi-pribadi tertentu.[14] 
Sekolah merupakan Institusi formal untuk belajar, mengharuskan sejumlah persyaratan kepada pendidikan. Akibatnya, belajar di sekolah sangat berlainan dengan yang berlaku di dalam keluarga, dalam teman-teman sebaya atau dalam komunitas.[15] Jadi, pendidikan dalam pengertiannya yang sangat luas dapat dianggap sebagai suatu proses sosialisasi yang dilalui seseorang untuk mempelajari cara hidupnya. Ia adalah suatu proses yang berkesinambungan semenjak lahir sampai mati.[16]
Abu Ahmadi mengatakan bahwa sosiologi pendidikan tidak hanya berbicara tentang lembaga-lembaga pendidikan formal, tetapi juga lembaga-lembga lainnya misalnya keluarga, kelompok permainan, lembaga agama (masjid, gereja, wihara dan sebagainya) dan media lainnya bahkan sampai kepada cerita-cerita rakyat.[17]
Pernyataan tersebut memberikan ketegasan bahwa sosiologi pendidikan bahasan-bahasannya selalu mengikuti perkembangan atau perubahan yang terjadi ditengah masyarakat. Ibnu Khaldun salah seorang bapak sosiologi (1332- 1406) dalam Robert H. Lauer mengatakan hukum perubahan itu berlaku pada tingkat kehidupan masyarakat (bukan pada tingkat idividual).[18]
Akantetapi sosiologi juga adalah disiplin ilmu yang luas dan mencakup banyak hal, dan ada banyak jenis sosiolog yang mempelajari sesuatu yang berbeda dengan tujuan berbeda-beda.[19]
Selain itu, sosiologi terminologikal juga diartikan sebagai studi sistematis mengenai keadaan kelompok dan masyarakat serta gejala-gejalanya yang saling berhubungan  dan saling mempengaruhi setiap tindakan.[20] Sosiologi juga diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formil maupun materil, baik statis maupun dinamis.[21]  
Contoh kasus “Arisan Seks”
Bersumber dari JPNN di sekitar daerah kasus arisan seks yang terjadi di tanah Minang, tepatnya nan merambah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Arisan seks ini melibatkan 3 sampai 4 pasangan dalam satu kelompok. "Arisan dikocok untuk mencari tandem (pasangan). Jadi 'tukar-tukar' rasa dan selera. Terungkap ke publik mungkin karena ada yang hamil. Kami cukup resah dengan kejadian ini," kata sumber JPNN yang enggan namanya dipublikasikan.
Soal ini, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono, belum bisa berkomentar banyak. Kapolres mengaku belum menemukan data, seperti yang sempat dibahas dalam diskusi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga sosial setempat.
Dalam pertemuan tersebut diulas soal arisan seks dan kemudian menyusul munculnya dugaan 200 perempuan hamil di luar nikah. "Kalau ditemukan persoalan-persoalan sosial seperti itu di Limapuluh Kota, kami pasti akan melakukan penindakan. Namun sampai sekarang belum kami temukan," kata Cucuk Trihono kepada Posmetro Padang (Grup JPNN), Jumat (2/5).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Desri, mengaku prihatin dan sangat terkejut dengan temuan 'Arisan Seks' tersebut. Desri mengatakan, akan melakukan cross check kepada Dinas Kesehatan terkait adanya data 200 orang hamil di luar nikah.
Sebelumnya, Ketua MUI Limapuluh Kota Safrizon Azwar mengaku, mendapatkan data valid dari Dinas Kesehatan Limapuluhkota, tentang ditemukan 200 perempuan hamil di luar nikah. "Arisan seks itu awalnya terungkap dari data Dinas Kesehatan, soal 200 perempuan hamil di luar nikah," jelas ketua MUI.
Diakuinya MUI tentu tidak bisa mendalami betul soal arisan seks, hamil di luar nikah, maka MUI hanya bisa mengimbau sesui perannya. "Kita tidak punya kewenangan lebih soal itu, kita hanya punya lima fungsi, pertama memberi fatwa, memperbaiki yang rusak-rusak (islah), nahi mungkar, memberikan masukan kepada pemerintah dan terakhir melayani umat," katanya.
Dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Syamsulrizal sangat menyayangkan kabar yang memprihatinkan tentang adanya pelajar arisan seks. Pihaknya akan melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan kebenarannya. “Mendengar kabar ini, sangat melukai hati kita. Saya akan cek ke lapangan tentang data-data itu, benar atau tidak,” ujar Syamsulrizal, Jumat (2/5).
Peserta didik ini juga dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku. Contoh dari orang lain misalnya guru atau orang tuanya.[22] Badwin dalam Sumadi mengatakan, setidak-tidaknya ada dua macam peniruan pada anak yaitu: nondeliberate imitation (anak meniru gerakan-gerakan sikap orang dewasa) dan deliberate imitation (anak-anak bermain peran sosial misalnya menjadi ibu, penjual koran, penjual baju dan lain-lain).[23]  Selanjutnya ia mengatakan proses peniruan itu terjadi pada tiga taraf:
1.      Taraf proyektif; anak mendapatkan kesan mengenai model yang ditiru.
2.      Taraf subyektif; anak cenderung untuk mengikuti gerakan atau sikap model yang ada di sekitarnya.
3.      Taraf ejektif; anak menguasai hal yang ditirunya, dimengerti bagaimana ia bergaul dengan temannya atau masyarakat sekitarnya dan sebagainya.[24]
kasus ini berkaitan dengan tiga taraf proses peniruan anak yang diungkapkan oleh Sumadi Suryaberata, bahwa para siswa dengan rasa ingin tahu mereka yang besar membuat mereka mendapatkan kesan dari berbagai sumber informasi negatif melalui internet, majalah dan media sosial lainnya.



Daftar Pustaka
Rouchek-Roland, Josep S. L., Pengantar Sosiologi, terj. Jakarta: Bina Aksara, 1984.
______________, Sociologi Sebuah Pengenalan, terj. Sahat Simamora, Jakarta: Bina Aksara, 1984.
Cohen, Bruce J., Theory and Problems of introduction to Sociology, alih bahasa Sahat Simamora, Cet. II; Jakarta : Rineka Cipta, 1992,.
Douglas J., George Ritzer, Goodman, Modern Sociologycal Theory alih bahasa Ali Mandan dengan judul Teori Sosiologi Modern, Cet. IV, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2007.
Ahmadi, Abu, Sosiologi Pendidikan, Cet.I ; Jakarta : Rineka Cipta, 1991.
Ahmad, Ilyas Ba-Yunus dan Farid. Sosiologi Islam: Sebuah Pendekatan, terj. Hamid Ba-Syaib. Syani, Abdul, Sosiologi Dan Perubahan Masyarakat. Lampung: Pustaka Jaya, 1995.
Batubara, Muhyi, Sosiologi Pendidikan, Cet.I; Jakarta ; Ciputat Press, 2004.
Syani, Abdul, Sosiologi Dan Perubahan Masyarakat, Lampung: Pustaka Jaya, 1995.
Tim MGMP Sosiologi SUMUT, Sosisologi, Medan: Kurnia, 1999.
Nasution, S. Sosiologi Pendidikan. Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1999
Gunawan, Ary H., Sosiologi Pendidikan, Cet.I; Jakarta: Renikacipta, 2000.
Soekanto, Soerjono, op. cit.,
Ihsan, Fuad, Dasar-dasar Kependidikan, Cet. II; Jakarta: Renika Cipta, 2001.
Langgulung, Hasan, Asas-asas Pendidikan Islam, Cet.II; Jakarta:Pustaka Al-Husna,1992.
Lauer, Robert H., Perspectives on social Change, alih bahasa Alimandan dengan judul Perspektif Tentang perubahan Sosial, Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 1993.
Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, Cet.I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.
Suryaberata, Sumadi, Psikologi pendidikan, Cet.VI: Jakarta:Grafindo Parsada, 1993.
Sandersson, Steven K., Sosiologi Makro, terj. Hotman M. Siahaan, Jakarta: Raja Grafindo Persada: 1995.
Gelles-Ann Levine, Richad J., Sociology An Introdution, USA: University Of Rhode Island, 1995.
Polak, Maijor, Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1991.




[1] Josep S. Rouchek-Roland L., Pengantar Sosiologi, terj. Jakarta: Bina Aksara, 1984. h. 235.
[2] Josefh S, Sociologi Sebuah Pengenalan, terj. Sahat Simamora (Jakarta: Bina Aksara, 1984) h. 253.
[3] Bruce J. Cohen, Theory and Problems of introduction to Sociology alih bahasa Sahat Simamora (Cet. II ; Jakarta : Rineka Cipta, 1992), h. 37.
[4] George Ritzer-Douglas J. Goodman, Modern Sociologycal Theory alih bahasa Ali Mandan dengan judul Teori Sosiologi Modern (Cet. IV, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2007), h. 16.
[5] Abu Ahmadi Sosiologi Pendidikan (Cet.I ; Jakarta : Rineka Cipta, 1991), h.1.
[6] Muhyi Batubara, Sosiologi Pendidikan (Cet.I; Jakarta ; Ciputat Press, 2004), h. 4.
[7] Ibid., h 1.
[8] Abdul Syani, Sosiologi Dan Perubahan Masyarakat, (Lampung: Pustaka Jaya, 1995), hal. 2.
[9] Tim MGMP Sosiologi SUMUT, Sosisologi, (Medan: Kurnia, 1999), hal. 3.
[10] S. Nasution, op.cit, h. 2.
[11] Muhyi Batubara, op.cit., h.3.
[12] Abu Ahmadi, op.cit, h.7.
[13] 19 Ibid., h.8.
[14] Soerjono Soekanto, op. cit., h.494
[15] Hasan Langgulung, Asas-asas Pendidikan Islam (Cet.II; Jakarta:Pustaka Al-Husna,1992), h.17
[16] Ibid.
[17] Abu Ahmadi, op. cit., h.8.
[18] Robert H. Lauer, Perspectives on social Change, alih bahasa Alimandan dengan judul Perspektif Tentang perubahan Sosial (Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 12.
[19] Steven K. Sandersson, Sosiologi Makro, terj. Hotman M. Siahaan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada: 1995), hal. 2.
[20] Richad J. Gelles-Ann Levine, Sociology An Introdution, (USA: University Of Rhode Island, 1995), hal. 5.
[21] Maijor Polak, Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1991), h. 7.

[22]Muhibbin Syah, Psikologi Belajar (Cet.I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006) h. 107.
[23] Sumadi Suryaberata, Psikologi pendidikan (Cet.VI: Jakarta:Grafindo Parsada, 1993), h.183-4.
[24] Ibid.

1 komentar:

  1. Slot Machines Near Me - TheJT Hub
    Slot Machines Near 전주 출장마사지 Me · 김제 출장마사지 10 Harrah's Casino 수원 출장안마 Atlantic City Hotel in Atlantic City, NJ. · 9 Harrah's Atlantic 충주 출장마사지 City Hotel and Casino · 8 Harrah's Casino Atlantic City Hotel & 진주 출장안마

    BalasHapus