STUDI KASUS
ARISAN SEKS KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATRA BARAT PRESFEKTIF
SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Oleh: Ahmad
Setiawan
Pendahuluan
Secara umum
sosiologi dibagi menjadi dua, yaitu sosiologi murni dan sosiologi terapan.[1]
Beberapa sub-disiplin dalam sosiologi adalah kriminologi, sosiologi sejarah,
geografi manusia, sosiologi industri, sosiologi politik, sosiologi pedesaan,
sosiologi agama, sosiologi kota dan sosiologi pendidikan.[2] Sedang sosiologi
terapan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan yang telah dikumpulkan oleh
sosiologi murni dengan harapan dapat menggunakan ilmu pengetahuan tersebut
untuk membantu memecahkan problema-problema sosial,[3] menerbitkan
buku yang berjudul ”Rules of Sociologycal Metod” dan masih banyak tokoh-tokoh
yang lain yang mengemukakan teori-teori sosiologi.[4] Pada awal abad ke-20 sosiologi mempunyai
peranan penting dalam pemikiran pendidikan sehingga lahirlah sosiologi
pendidikan.[5] Sebelum
berakhir perang dunia ke-2 sosiologi pendidikan menghilang karena tidak
dianggap urgen lagi untuk dipelajari di lembaga pendidikan tenaga kependidikan
Amerika Serikat.[6]
Teori Sosiologi Pendidikan
Sosiologi pendidikan terdiri atas
dua kata yaitu sosiologi dan pendidikan. Kedua istilah ini dari segi etimologi
tentu berbeda maksudnya namun dalam sejarah hidup dan kehidupan serta budaya
manusia sehingga kedua istilah ini menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.[7] Secara etimologi, kata sosiologi berasal dari bahasa
Latin yang terdiri dari kata “socius” yang berarti teman dan “logos” yang
berarti berkata atau berbicara. Jadi sosiologi artinya berbicara tentang
manusia yang berteman atau bermasyarakat.[8] Secara terminologi,
sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial
termasuk perubahan-perubahan sosial.[9] Para ahli telah mengemukakan
pengertian antara lain:
1. Sosiologi
pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan
proses pendidikan untuk memperoleh perkembangan indvidu yang lebih baik.[10]
2. F.G Robbins
dan Brown mengemukakan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang membicarakan
dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk
mendapatkan serta mengorganisasi pengalamannya.[11]
3. Charles A.
Ellwood, sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
hubungan-hubungan antara semua pokok masalah antara proses pendidikan dan
proses sosial.[12]
4. W. Dodson
mengatakan sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempersoalkan pertemuan dan
percampuran daripada lingkungan
sekitar kebudayaan secara
totalitas maka terbentuklah tingkah laku dan sekolah dianggap sebagian daripada
total cultural milieu.[13] Soerjono
Soekanto mengatakan di dalam proses sosialisasi khususnya yang tertuju pada
anak dan remaja, terdapat berbagai pihak yang mengaku berperan. Pihak-pihak
tersebut dapat disebut sebagai lingkungan-lingkungan sosial tertentu dan
pribadi-pribadi tertentu.[14]
Sekolah merupakan Institusi
formal untuk belajar, mengharuskan sejumlah persyaratan kepada pendidikan.
Akibatnya, belajar di sekolah sangat berlainan dengan yang berlaku di dalam
keluarga, dalam teman-teman sebaya atau dalam komunitas.[15]
Jadi, pendidikan dalam pengertiannya yang sangat luas dapat dianggap sebagai
suatu proses sosialisasi yang dilalui seseorang untuk mempelajari cara
hidupnya. Ia adalah suatu proses yang berkesinambungan semenjak lahir sampai
mati.[16]
Abu Ahmadi mengatakan bahwa
sosiologi pendidikan tidak hanya berbicara tentang lembaga-lembaga pendidikan
formal, tetapi juga lembaga-lembga lainnya misalnya keluarga, kelompok permainan,
lembaga agama (masjid, gereja, wihara dan sebagainya) dan media lainnya bahkan
sampai kepada cerita-cerita rakyat.[17]
Pernyataan tersebut memberikan
ketegasan bahwa sosiologi pendidikan bahasan-bahasannya selalu mengikuti
perkembangan atau perubahan yang terjadi ditengah masyarakat. Ibnu Khaldun
salah seorang bapak sosiologi (1332- 1406) dalam Robert H. Lauer mengatakan
hukum perubahan itu berlaku pada tingkat kehidupan masyarakat (bukan pada
tingkat idividual).[18]
Akantetapi sosiologi juga adalah disiplin
ilmu yang luas dan mencakup banyak hal, dan ada banyak jenis sosiolog yang
mempelajari sesuatu yang berbeda dengan tujuan berbeda-beda.[19]
Selain itu, sosiologi terminologikal
juga diartikan sebagai studi sistematis mengenai keadaan kelompok dan masyarakat
serta gejala-gejalanya yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi
setiap tindakan.[20]
Sosiologi juga diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat
sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia lainnya,
manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formil maupun materil,
baik statis maupun dinamis.[21]
Contoh kasus “Arisan Seks”
Bersumber
dari JPNN di sekitar daerah kasus arisan seks yang terjadi di tanah Minang,
tepatnya nan merambah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Arisan seks ini
melibatkan 3 sampai 4 pasangan dalam satu kelompok. "Arisan dikocok untuk
mencari tandem (pasangan). Jadi 'tukar-tukar' rasa dan selera. Terungkap ke
publik mungkin karena ada yang hamil. Kami cukup resah dengan kejadian
ini," kata sumber JPNN yang enggan namanya dipublikasikan.
Soal ini,
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Cucuk Trihono, belum bisa berkomentar banyak.
Kapolres mengaku belum menemukan data, seperti yang sempat dibahas dalam
diskusi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan lembaga sosial setempat.
Dalam
pertemuan tersebut diulas soal arisan seks dan kemudian menyusul munculnya
dugaan 200 perempuan hamil di luar nikah. "Kalau ditemukan
persoalan-persoalan sosial seperti itu di Limapuluh Kota, kami pasti akan
melakukan penindakan. Namun sampai sekarang belum kami temukan," kata
Cucuk Trihono kepada Posmetro Padang (Grup JPNN), Jumat (2/5).
Sementara
Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Desri, mengaku prihatin dan sangat
terkejut dengan temuan 'Arisan Seks' tersebut. Desri mengatakan, akan melakukan
cross check kepada Dinas Kesehatan terkait adanya
data 200 orang hamil di luar nikah.
Sebelumnya,
Ketua MUI Limapuluh Kota Safrizon Azwar mengaku, mendapatkan data valid dari
Dinas Kesehatan Limapuluhkota, tentang ditemukan 200 perempuan hamil di luar
nikah. "Arisan seks itu awalnya terungkap dari data Dinas Kesehatan, soal
200 perempuan hamil di luar nikah," jelas ketua MUI.
Diakuinya MUI
tentu tidak bisa mendalami betul soal arisan seks, hamil di luar nikah, maka
MUI hanya bisa mengimbau sesui perannya. "Kita tidak punya kewenangan
lebih soal itu, kita hanya punya lima fungsi, pertama memberi fatwa,
memperbaiki yang rusak-rusak (islah), nahi mungkar, memberikan masukan kepada
pemerintah dan terakhir melayani umat," katanya.
Dari Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Syamsulrizal sangat menyayangkan kabar yang
memprihatinkan tentang adanya pelajar arisan seks. Pihaknya akan melakukan
pengecekan ke lapangan untuk memastikan kebenarannya. “Mendengar kabar ini,
sangat melukai hati kita. Saya akan cek ke lapangan tentang data-data itu,
benar atau tidak,” ujar Syamsulrizal, Jumat (2/5).
Peserta didik ini juga dapat
mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku. Contoh
dari orang lain misalnya guru atau orang tuanya.[22]
Badwin dalam Sumadi mengatakan, setidak-tidaknya ada dua macam peniruan pada
anak yaitu: nondeliberate imitation (anak meniru gerakan-gerakan sikap
orang dewasa) dan deliberate imitation (anak-anak bermain peran sosial
misalnya menjadi ibu, penjual koran, penjual baju dan lain-lain).[23] Selanjutnya ia mengatakan proses peniruan itu
terjadi pada tiga taraf:
1.
Taraf proyektif; anak mendapatkan kesan mengenai
model yang ditiru.
2.
Taraf subyektif; anak cenderung untuk mengikuti
gerakan atau sikap model yang ada di sekitarnya.
3.
Taraf ejektif; anak menguasai hal yang ditirunya,
dimengerti bagaimana ia bergaul dengan temannya atau masyarakat sekitarnya dan
sebagainya.[24]
kasus
ini berkaitan dengan tiga taraf proses peniruan anak yang diungkapkan oleh Sumadi
Suryaberata, bahwa para siswa dengan rasa ingin tahu mereka yang besar membuat
mereka mendapatkan kesan dari berbagai sumber informasi negatif melalui
internet, majalah dan media sosial lainnya.
Daftar
Pustaka
Rouchek-Roland,
Josep S. L., Pengantar Sosiologi, terj. Jakarta: Bina Aksara, 1984.
______________, Sociologi Sebuah Pengenalan, terj.
Sahat Simamora, Jakarta: Bina Aksara, 1984.
Cohen, Bruce J., Theory and
Problems of introduction to Sociology, alih bahasa Sahat Simamora, Cet. II;
Jakarta : Rineka Cipta, 1992,.
Douglas J., George Ritzer, Goodman,
Modern Sociologycal Theory alih bahasa Ali Mandan dengan judul Teori
Sosiologi Modern, Cet. IV, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2007.
Ahmadi, Abu, Sosiologi
Pendidikan, Cet.I ; Jakarta : Rineka Cipta, 1991.
Ahmad, Ilyas Ba-Yunus dan Farid. Sosiologi Islam:
Sebuah Pendekatan, terj. Hamid Ba-Syaib. Syani, Abdul, Sosiologi Dan
Perubahan Masyarakat. Lampung: Pustaka Jaya, 1995.
Batubara, Muhyi, Sosiologi
Pendidikan, Cet.I; Jakarta ; Ciputat Press, 2004.
Syani, Abdul, Sosiologi Dan Perubahan Masyarakat,
Lampung: Pustaka Jaya, 1995.
Tim MGMP Sosiologi SUMUT, Sosisologi, Medan:
Kurnia, 1999.
Nasution,
S. Sosiologi Pendidikan. Cet. II; Jakarta: Bumi Aksara, 1999
Gunawan,
Ary H., Sosiologi Pendidikan, Cet.I; Jakarta: Renikacipta, 2000.
Soekanto,
Soerjono, op. cit.,
Ihsan, Fuad, Dasar-dasar
Kependidikan, Cet. II; Jakarta: Renika Cipta, 2001.
Langgulung,
Hasan, Asas-asas Pendidikan Islam, Cet.II; Jakarta:Pustaka Al-Husna,1992.
Lauer, Robert H., Perspectives
on social Change, alih bahasa Alimandan dengan judul Perspektif Tentang
perubahan Sosial, Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 1993.
Syah, Muhibbin, Psikologi Belajar, Cet.I; Jakarta: Raja
Grafindo Persada, 2006.
Suryaberata,
Sumadi, Psikologi pendidikan, Cet.VI: Jakarta:Grafindo Parsada, 1993.
Sandersson, Steven K., Sosiologi Makro, terj.
Hotman M. Siahaan, Jakarta: Raja Grafindo Persada: 1995.
Gelles-Ann Levine, Richad J., Sociology An
Introdution, USA: University Of Rhode Island, 1995.
Polak, Maijor, Sosiologi Suatu
Pengantar Ringkas, Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1991.
[2] Josefh S, Sociologi Sebuah
Pengenalan, terj. Sahat Simamora (Jakarta: Bina Aksara, 1984) h. 253.
[3] Bruce J. Cohen, Theory and
Problems of introduction to Sociology alih bahasa Sahat Simamora (Cet. II ;
Jakarta : Rineka Cipta, 1992), h. 37.
[4] George Ritzer-Douglas J. Goodman, Modern
Sociologycal Theory alih bahasa Ali Mandan dengan judul Teori Sosiologi
Modern (Cet. IV, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2007), h. 16.
[5]
Abu Ahmadi Sosiologi
Pendidikan (Cet.I ; Jakarta : Rineka Cipta, 1991), h.1.
[6]
Muhyi Batubara, Sosiologi
Pendidikan (Cet.I; Jakarta ; Ciputat Press, 2004), h. 4.
[10]
S. Nasution, op.cit, h.
2.
[11]
Muhyi Batubara, op.cit.,
h.3.
[12]
Abu Ahmadi, op.cit, h.7.
[14]
Soerjono Soekanto, op.
cit., h.494
[15]
Hasan Langgulung, Asas-asas
Pendidikan Islam (Cet.II; Jakarta:Pustaka Al-Husna,1992), h.17
[16]
Ibid.
[17]
Abu Ahmadi, op. cit., h.8.
[18]
Robert H. Lauer, Perspectives
on social Change, alih bahasa Alimandan dengan judul Perspektif Tentang
perubahan Sosial (Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 12.
[19] Steven K. Sandersson, Sosiologi
Makro, terj. Hotman M. Siahaan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada: 1995),
hal. 2.
[20] Richad J. Gelles-Ann Levine, Sociology An Introdution, (USA:
University Of Rhode Island, 1995), hal. 5.
[22]Muhibbin Syah,
Psikologi Belajar (Cet.I; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006) h. 107.
[23]
Sumadi Suryaberata, Psikologi
pendidikan (Cet.VI: Jakarta:Grafindo Parsada, 1993), h.183-4.
Slot Machines Near Me - TheJT Hub
BalasHapusSlot Machines Near 전주 출장마사지 Me · 김제 출장마사지 10 Harrah's Casino 수원 출장안마 Atlantic City Hotel in Atlantic City, NJ. · 9 Harrah's Atlantic 충주 출장마사지 City Hotel and Casino · 8 Harrah's Casino Atlantic City Hotel & 진주 출장안마